Greenpeace Asia Tenggara


Membangun kembali Kamp Masyarakat untuk Penyelamatan Hutan Semenanjung Kampar

Posted in Hutan,Kamp Pembela Iklim,RAPP,Teluk Meranti,penjahat hutan by Blogger Greenpeace on the May 25th, 2010

Suasana kekeluargaan dan kebersamaan sangat terasa di pagi itu. Puluhan warga teluk Meranti datang dengan beberapa perahu pompong mereka, merapat dengan elok satu persatu di dermaga. Tua muda, pria wanita, dan anak anak sengaja datang untuk berdoa bersama memulai pembangunan kembali Kamp di Desa Teluk Meranti.

_ict0052-20-640x480

Kamp yang dibangun pada Oktober 2009 lalu itu dibakar secara sengaja oleh orang tak dikenal dini hari 14 April lalu. Bangunan utama berukuran 15 x 5 meter yang biasa digunakan sebagai tempat tidur, ruang kesehatan, dan ruang radio, habis terbakar tak tersisa, dan satu bangunan gudang disebelahnya habis dilalap api seluruh atap dan sebagian dindingnya. Peristiwa kebakaran itu sangat mengejutkan kami semua dari berbagai kantor Greenpeace mulai dari Riau, Jakarta, Thailand, hingga kantor Eropa, karena Kamp itu menyimpan begitu banyak kenangan, suka duka, dan cerita indah sejak hari pertama Greenpeace memulai kampanye penyelamatan Hutan Lahan Gambut Semenanjung Kampar dari perusakan lebih lanjut oleh Perusahaan Pulp and Paper RAPP.

Sebelum dan sesudah terjadinya kebakaran

Sebelum dan sesudah terjadinya kebakaran

Sepeninggal Greenpeace pada akhir Desember 2009, kamp tersebut diserahkan pengelolaannya kepada masyarakat dan digunakan sebagai pusat kegiatan dari berbagai komunitas untuk melanjutkan perjuangan menyelamatkan hutan Semenanjung Kampar karena masyarakat telah sadar akan pentingnya hutan bagi kehidupan mereka, dan kini masyarakat Teluk Meranti bersama Greenpeace, FPSK, dan Jikalahari bersama membangun kembali Kamp tersebut secara swadaya, melanjutkan komitmen dan usaha tiada henti untuk penyelamatan Hutan Lahan Gambut Semenanjung Kampar.

Pekerjaan di pagi itupun dimulai. Pemuka adat setempat tampil pertama membacakan doa bersama, kemudian menyiramkan air pada beberapa sudut Kamp sebagaimana prosesi adat istiadat yang biasa dilakukan disana dan dilanjutkan dengan makan bersama sambil duduk bersila di lantai, tak ada perbedaan, semua sama. Dukungan yang diberikan terhadap kampanye penyelamatan hutan Kampar dan Greenpeace itu sangat besar, puluhan masyarakat baik dari Hulu maupun Hilir Teluk Meranti, bahu membahu memperbaiki bangunan gudang yang terbakar, sementara kaum Ibu secara berkelompok bergantian menyiapkan makanan dan minuman di dapur Kamp yang untungnya tidak ikut terbakar. Secara teknis Kamp memiliki 5 bangunan utama, yaitu pendopo, dapur, bangunan utama tempat untuk tidur, gudang, dan satu pelataran besar untuk mendirikan tenda, ditambah beberapa bangunan pendukung seperti kamar mandi. Rencananya , bangunan utama yang terbakar akan dibiarkan seperti apa adanya, digunakan sebagai monumen atau situs pengingat bahwa perjuangan kami menyelamatkan Semenanjung Kampar tak akan pernah padam sampai kapan pun jua, meski harus menghadapi berbagai ancaman dan rintangan apapun.

Camp

Pihak perusahaan RAPP mencoba membujuk masyarakat untuk mendukung keberadan perusahaan dan segala aktivitas perusakan lingkungan yang mereka lakukan dengan dalih pembangunan dan kesejahteraan. Melalui para tokoh terkemuka dan para pemimpin seperti Lurah, mereka mencoba meraih hati masyarakat, namun dengan kesadaran kuat, masyarakat Teluk Meranti sudah tidak dapat dibohongi lagi, meskipun dengan iming-iming bantuan keuangan dan peralatan. Masyarakat sudah muak atas keberadaan dan aktivitas RAPP membuka lahan Hutan. Dengan tegas mereka mengatakan kepada pihak perusahaan, bahwa apabila memang benar RAPP ingin mensejahterakan masyarakat, mengapa pada kenyataannya desa-desa yang ada di sekeliling areal perusahaan tetap miskin dan tertinggal, sementara hutan yang menjadi sumber penghidupan mereka makin rusak dan hancur. Sebelum adanya perusahaan dan hutan masih terjaga, masyarakat di Semenanjung Kampar tidak ada yang pernah mati kelaparan. Kini masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada pemimpin mereka yang berpihak kepada perusahaan. Para pejabat dan tokoh terkemuka itu sudah kehilangan harga diri mereka di mata masyarakat.

Melihat semangat masyarakat yang sangat kuat itu, maka diputuskan bahwa Kamp tersebut bukanlah hanya milik Greenpeace, melainkan milik masyarakat dan nama sebelumnya akan diganti dengan “KAMP MASYARAKAT UNTUK PENYELAMATAN HUTAN KAMPAR” sebagai penghormatan kepada masyarakat Kampar dan hutannya.

_ict0324-6-640x480

Pekerjaan itu belumlah selesai, ketukan palu, peluh warga yang bekerja, dan wangi masakan ibu-ibu desa teluk meranti dari dapur Kamp akan terus bergema di Kamp, memupuk semangat para penyelamat hutan melanjutkan komitmen dan perjuangannya untuk menyelamatkan Hutan Indonesia demi masa depan anak cucu kita.

Keep The Warriors Spirit Alive

Posted in Rainbow Warrior by Blogger Greenpeace on the May 5th, 2010

Bermula dari ramalan suku Indian di Amerika Utara mengenai saat kehancuran bumi dimasa depan akibat keserakahan manusia akan alam, dimana nanti akan ada sekelompok manusia  yang dinamakan ” Rainbow Warrior”, turun dari pelangi dan datang untuk menyelamatkan bumi ini, menginspirasikan salah satu pendiri Greenpeace, Bob Hunter mengambil nama tersebut dan diabadikan sebagai nama Kapal “Rainbow Warrior” yang dimiliki oleh Greenpeace hingga saat ini.

Kapal  Rainbow Warrior  kapal kebanggaan Greenpeace. Cikal bakal dari semangat penyelamatan bumi. Kapal Rainbow Warrior I  ditenggelamkan oleh dinas rahasia Perancis (DGSE)di pelabuhan Auckland, Selandia Baru, pada 10 Juli 1985 dengan menempatkan bom pada lambung kapal. Ketika itu, para aktivis Greenpeace  menentang percobaan nuklir Perancis yang dilakukan di Pulau Muroroa, sekitar Polynesia. Peristiwa tersebut menewaskan fotografer Greenpeace Fernando Pereira. Rainbow Warrior II mulai beroperasi sejak 1989. Rainbow Warrior  merupakan satu dari tiga buah kapal yang digunakan Greenpeace untuk menjalankan aksinya menentang perusakan lingkungan di seluruh dunia. Dua kapal lainnya, Arctic Sunrise dan Esperanza beraksi di belahan Bumi utara hingga ke kutub.

Selama 27 tahun Rainbow Warrior telah berlayar melintasi samudra, dan telah menyentuh hati banyak orang. Rainbow Warrior juga menjadi simbol  untuk perubahan positif dalam penyelamatan lingkungan. Kapal Rainbow Warrior telah mengunjungi Indonesia beberapa kali menyebarkan  kampanye untuk melestarikan hutan, perubahan iklim dan energi terbarukan. Kapal ini juga pernah mengunjungi Indonesia pasca tsunami Aceh untuk memberikan bantuan bagi para korban bencana. Pada 2006 dan 2007 Rainbow Warrior datang kembali ke Indonesia untuk mendorong  aksi nyata pada UNFCC ke 13 di Bali sekaligus mengkampanyekan penyelamatan hutan Indonesia .

Sudah saatnya sang pejuang ini beristirahat – Rainbow Warrior II . Greenpeace memerlukan  kapal yang  lebih besar , lebih kuat, namun tetap ramah lingkungan, yang dapat berlayar mengarungi lautan dunia, dan membawa misi dan visi Greenpeace, yaitu menjadi saksi bagi semua tindakan yang berbahaya bagi lingkungan. Rainbow Warrior III yang sedang dalam proses pembuatan ini dan direncanakan untuk diluncurkan pada 2011 akan memungkinkan Greenpece untuk melanjutkan perjalanannya, membawa aktivis Greenpeace lebih jauh untuk melanjutkan patroli di seluruh samudra, mendokumentasikan kejahatan lingkungan, mempromosikan solusi, dan berbagi pengalaman dengan jutaan orang di seluruh dunia, sehingga mereka dapat bergabung bersama sama dalam perjuangan untuk menyelamatkan bumi.

Dengan membawa semangat Rainbow Warrior dengan tema “Keep The Warrior Spirit Alive” Greenpeace akan menghadirkan suasana Kapal Rainbow Warrior ke beberapa Mall di Bandung, Jogja, Semarang, Surabaya, dan juga Jakarta. Di tempat tersebut para pengunjung mall bisa merasakan atmosfer dan semangat dari Rainbow Warrior yang diwujudkan dalam tampilan booth, nuansa pelabuhan dan aksesoris kapal Rainbow Warrior.

Keep The Warriors Spirit Alive

Keep The Warriors Spirit Alive

Di booth Greenpeace ini para supporter dapat  menuliskan satu tindakan kecil mereka dalam melestarikan lingkungan. Tim Fundraiser Greenpeace akan mengambil foto mereka dan apa yang mereka tulis. Setelah tiga bulan, tim akan mengirimkan e-mail gambar mereka sebagai pengingat akan janji yang telah mereka buat. Semua gambar akan dikumpulkan dan ditampilkan di situs web bagi para pendukung Indonesia. Anak-anak yang datang juga dapat ikut berpartisipasi dan mewarnai gambar Rainbow Warrior di atas kertas bersama maskot Pohon yang melambangkan penyelamatan hutan Indonesia.

Jadi, untuk menjaga Semangat Rainbow Warrior tetap menyala. Kamu bisa hadir dan berpartisipasi di beberapa mall berikut ini :


28 April – 2 Mei       Ciwalk Bandung

5 Mei       – 9 Mei       Ambarukmo Plaza, Yogyakarta

12 Mei    - 16 Mei     Ciputra Mall, Semarang

19 Mei     -23 Mei     CityWalk Pakuwon, Surabaya

26 Mei     -30 Mei     Plaza Semanggi, Jakarta


Berikan suaramu untuk Bumi ini. Greenpeace adalah organisasi kampanye lingkungan independen yang mengandalkan dukungan finansial  dari donasi individu pribadi dan tidak menerima donasi dari pemerintah, perusahaan swasta, maupun partai politik.